Transformasi Pendidikan di Era Pandemi

Tidak dapat disangkal lagi penyebaran wabah Coronavirus (Covid-19), dengan begitu cepat menyebar ke seantero dunia dan menimbulkan keresahan dan kesedihan umat  manusia. Bermula muncul dari Wuhan Cina sejak akhir Januari 2020. Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menetapkan fenomena kejadian itu sebagai pandemic  (Rusdiana, 2020).

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang terkena penyebaran wabah Covid-19. Tersebarnya Covid-19 di Indonesia menjadikan pemerintah mencetuskan sebuah  peraturan yaitu Physical distancing. Physical distancing ini dilakukan bagi setiap warga masyarakat yang diharuskan untuk menjaga jarak fisik. Penyebaran Covid-19 ini masih terus mengalami lonjakan sehingga menuntut setiap warga negara untuk meminimalisir kegiatan yang bersifat berkerumun guna untuk mencegah penyebaran Covid-19. Bukan hanya itu saja masyarakat juga harus melihat fakta bahwa banyak perubahan yang terjadi baik di bidang politik, sosial, ekonomi, hukum bahkan dalam bidang pendidikan.

Pendidikan merupakan sebuah bidang yang sangat penting untuk menciptakan generasi penerus bangsa. Sebuah negara yang terpuruk adalah negara yang tidak memiliki generasi emas penerus bangsa. Dalam hal ini, tersebarnya Covid -19 mendorong para pendidik untuk terus melaksanakan kegiatan pembelajaran yaitu dengan melaksanakan pembelajaran online. Tujuan penulisan ini yaitu untuk memaparkan permasalahan di bidang pendidikan pada era pandemik serta solusi untuk mestabilkan kegiatan pembelajaran.

Penerapan social distancing, physical distancing menjadi dasar suatu alasan untuk melakukan kegiatan pembelajaran dengan “belajar dirumah saja”, dengan memanfaatkan internet sebagai media pembelajaran. Pada masa pandemi guru dituntut agar lebih kreatif dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Dampak dari kebijakan tersebut tidak jarang membuat para pendidik menjadi kewalahan. Tidak semua para pendidik seperti guru yang asal lulusan tahun di bawah 1980-an melek akan dunia internet. Para pendidik juga berpikir keras untuk mengubah metode pembelajaran yang baik agar siswa tetap bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang efektif. Dalam mengatasi hal ini para pendidik dapat bekerja sama untuk bisa membantu kelancaran pembelajaran selama dilakukan dirumah.

 Solusi dalam mengatasi hal ini, guru dapat melakukan kegiatan belajar online, seperti mengajar dengan membuat vidio kemudian dapat di upload di youtube, guru juga dapat melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka dengan menggunakan aplikasi zoom, google meet, skype dan lain-lain. Dalam perguruan tinggi di Indonesia dapat memanfaatkan Learning Management System (LMS). Dalam LMS ini mahasiswa dapat memperoleh materi dari dosen, melakukan diskusi melalui forum diskusi, mengakses tugas yang diberikan oleh dosen serta mahasiswa juga dapat melakukan absensi sesuai dengan jam pekuliahan yang sudah ditentukan. Hal ini dapat mengatasi mahasiswa agar tidak selalu absent dalam perkuliahan. Hal ini dapat dikuatkan dengan pendapat menurut (Harding, kaczynski dan Wood, 2005)  Salah satu solusi yang dapat dimanfaatkan saat ini oleh para pendidik dalam mengubah paradigma pembelajaran teacher centered ke student centered, yaitu pertama; Blended Learning, merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegritaskan pembelajaran tradisional tatap muka dan pembelajaran jarak jauh yang menggunakan sumber maya dan belajar online dengan beragam pilihan komunikasi yang dapat digunakan oleh guru dan siswa.

Oleh karena itu, dalam keadaan pandemi ini di harapkan para pendidik tetap dapat melakukan kegiatan belajar mengajar secara efektif. Hal ini dapat didukung dengan keputusan (Kemendikbud, 2020) yaitu lembaga pendidikan sekolah atau perguruan tinggi sebagai ujung tombak pelayanan pendididkan pada level paling bawah. Para pimpinan perguruan tinggi atau kepala sekolah dipaksa oleh keadaan untuk sesegera membuat keputusan atau kebijakan teknis untuk merespon kebijakan surat edaran pemerintah mendikbud yang mengharuskan layanan pendidikan atau “pembelajaran dari rumah” mulai dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi.

Ismatul Izzah*

(Juara II Lomba Write & Work From Home – Karya Essay) Anggota PKPT IPPNU IAIN Jember angkatan 5 2019, Mahasiswa Program Studi Tadris IPA IAIN Jember, Santri Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Khozini, Pengurus Assent Ace Bidikmisi IAIN Jember

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *