Perempuan Penyongsong Masa Depan

Kemajuan sebuah peradaban bangsa tergantung pada figur perempuan bangsa itu sendiri, perempuan mempunyai peranan penting dalam proses bernegara. Mengapa demikian? Karena perempuan merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya kelak, kodrat seorang perempuan bukan hanya manak, macak, masak, akan tetapi dia harus mempunyai pemikiran yang luwes intelektual yang tinggi untuk mendidik anak-anaknya menjadi pribadi yang cerdas berakhlakul karimah. Bagaimana jika perempuan tidak berpikiran intelektual? dahulu sebelum kemerdekaan seorang perempuan atau wanita sering terasingkan karena tugas wanita hanya dirumah melayani keluarga, tidak diperkenankan keluar rumah dan mencari ilmu/berpendidikan, sehingga perempuan kurang berpikir tinggi dalam mendidik anaknya. Selanjutnya muncullah inspirator perempuan habis gelap terbitlah terang, ibu Kartini yang bergerak maju membela hak kaum wanita agar bisa mencapai suatu harapan yang diinginkan, yakni mencari pendidikan dan pekerjaan tanpa ada perebedaan dengan seorang laku-laki. Hingga sampai saat ini bisa dirasakan perjuangan dan pembelaan hak wanita yang dilakukan oleh kartini telah terealisasi tanpa ada batas, dan setiap tanggal 21 April diperingati sebagai hari emansipasi wanita.

Selain itu, saat ini banyak yang menilai dan memandang wanita rendah, ini adalah penilaian yang salah, don’t judge woman like that guys!, zaman sudah berkembang, teknologi maju, pikiran juga harus maju, bukan hanya laki-laki saja yang maju tapi perempuan harus bisa maju dalam mengembangkan bangsa ini. Karena sesungguhnya masa depan bangsa ini juga dipegang oleh figur perempuan, dan dibalik suksesnya laki-laki itu di dukung oleh perempuan yang menemaninya atau biasa dikatakan “Tirakatmu Menentukan Masa Depan Suamimu Kelak”. Terkadang ada yang berpikiran kepada  perempuan “ngapain kuliah ngejar sarjana, ngapain berkarir? toh ujung-ujungnya jadi Ibu Rumah Tangga ngurusin anak kerjanya di dapur”. Sejatinya Ibu Rumah Tangga merupakan pekerjaan yang mulia tidak ada salahnya kita kuliah, mencari ilmu, berpendidikan tinggi yang semua akan menjadi ibu rumah tangga. Dari sinilah perempuan bisa mendapatkan pemikiran, intelektual yang cerdas dan menciptakan generasi akhlakul karimah yang bisa mendidik anaknya dengan baik. “Kenapa sih berkarir? toh nanti takutnya rumah tangganya malah keteteran”, sebenarnya semua itu tergantung pada pribadi masing-masing, tidak ada salahnya berkarir tapi harus bisa mengatur keluarganya.

Berkarirnya perempuan tetaplah keluarga yang nomor satu, jadi intinya harus bisa dan terbiasa mengatur karir dan rumah tangganya. Akan tetapi, sejatinya karir wanita yang terbaik adalah menjadi seorang istri shalihah dan seorang ibu yang cerdas, mampu membangun generasi madani, beriman, berakhlak karimah, berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Perempuan berpendidikan tinggi bukanlah untuk menyaingi lelaki atau suaminya, namun pada dasarnya perempuan akan menjadi madrasah pertama bagi anaknya-anaknya kelak, seperti Dawuh-nya KH. Anwar Mansur Lirboyo “Kaum ibu itu sebagai tiangnya negara, apabila kaum ibu di daerah tersebut baik maka insyaallah negaranya baik. Kalau kaum ibu di negara tersebut tidak baik, maka jangan diharapkan negara bisa baik, sebab apabila kaum ibu baik mesti ia akan mendidik anaknya dengan baik”.

Oleh: Nur Atika*
*Mahasiswa Hukum Keluarga 2018 Fak. Syari’ah IAIN Jember & Bendahara PKPT IPPNU IAIN Jember 2019/2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *