Giat Mahasiswa PKPT IPNU IPPNU UIN KHAS Jember adakan KKN ONLINE

KKN ONLINE – Kegiatan Kajian Nahdliyin Online

Jember – Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Islam Negeri (UIN) Kyai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember. Melaksanakan kegiatan Kajian Raya yang bertema Mati Itu Bukan Tidak Makan, Tapi Berhenti Berfikir.

Kegiatan ini dilaksanakan secara berkelanjutan dalam satu bulan dengan 5 pemateri. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyembuhkan kehausan para mahasiswa di setiap fakultas yang ada di UIN KHAS Jember. Utamanya anggota PKPT IPNU IPPNU UIN KHAS Jember, karena kegiatan ini di isi oleh pemateri yang merupakan pembina PKPT yang sekaligus dosen dari masing-masing fakultas. Mereka juga merupakan tokoh-tokoh NU yang kompeten dan berpengaruh di wilayahnya.” Ujar Isyrofah Tazkiyah Iroyna.

Kegiatan Kajian Nahdliyin Online (KKN Online) Part 1 yang merupakan rangkaian acara dari Kajian Raya PKPT UIN KHAS Jember dilaksanakan pada Minggu, 15 Agustus 2021 pada pukul 19.00-21.30 melalui platform google meet. Dalam kajian perdana ini, panitia pelaksana menghadirkan pemateri yaitu Mochammad Dawud S.Sos, M.Sos. beliau merupakan pembina PKPT sekaligus dosen fakultas dakwah UIN KHAS Jember. Beliau mengisi kajian dengan tema NU dan Komunisme Era Pra Kemerdekaan.

Bapak Dawud menjelaskan bahwa, Dalam Nahdlatul Ulama ada Al-Ulama waratsatul anbiya yang belajar langsung dari nabi Muhammad SAW. Untuk menjaga ideologi yang selaras dengan itu, di NU ini terdapat kejelasan silsilah serta menjadikan keilmuan nya jelas, jika tidak ber-NU maka akan ada ketidak jelasan keilmuan yang ditempuh nya, sehingga ilmunya bisa jadi tidak menyeluruh/ sepotong-sepotong, dan bisa jadi ideologi yang ditempuh adalah ideologi yang tidak jelas(sesat), di dalam hukumnya tidak paham dan sembarangan serta kehilangan tradisi yang baik seperti tahlil, slametan, ziarah kubur, tiba’an dan manaqib.

“Sikap yang dikembangkan di NU yaitu beradaptasi dengan masyarakat, sistem, pemerintahan dan menjaga tradisi-tradisi baik di NU, sikap2 tawazun, tasamuh, tidak mengkafir-kafirkan, menghormati sesama pemeluk agama, tawasuth, melaksanakan amal ma’ruf nahi mungkar, dan I’tidal. Dakwah 3 pilar dari NU 1. Fikrah= dinamis, penjernihan, moderat, metodologi 2. Harakah= menjaga, menguatkan, mendengarkan, ramah, kesetiaan dan kasih sayang 3. amaliyah= menjaga tradisi, bermadzhab, kesinambungan.” Tambahnya

Salah satu pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur itu juga mengungkapkan bahwa, komunisme pra kemerdekaan itu belum ada, yang ada itu calon-calon Komunis yang timbul dari efek adanya revolusi Oktober 1917. Yang kemudian terdapat yang namanya Partai Komunis Indonesia (PKI) yang berlambang kan palu dan arit. Palu ini melambangkan buruh Sedangkan arit melambangkan petani.

“Sedangkan pada saat pra kemerdekaan NU itu menjadi salah satu korban dari komunisme, karena banyak para ulama NU yang dianut oleh masyarakat dan dari situlah para Komunis merasa terancam untuk itu mereka membunuh para tokoh-tokoh NU. Selain itu NU juga ikut andil dalam kemerdekaan, setelah pemberontakan G30S/PKI, NU berada di garda terdepan menuntut pembubaran PKI.” Ungkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *