Meneguhkan Spirit Kader: Pelantikan dan Raker PK IPNU IPPNU UIN KHAS Jember Penuh Semangat Perubahan
JEMBER – Dalam suasana penuh khidmat dan semangat perjuangan yang membara, Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU UIN KHAS Jember resmi melaksanakan pelantikan sekaligus rapat kerja (Raker) kepengurusan baru masa khidmat 2025–2026, pada hari Ahad (15/06/2025). Kegiatan ini diawali dengan alunan tilawah nan syahdu dari QS. Al-Mujadalah ayat 11, yang dilantunkan dengan penuh penghayatan oleh Ahmad Baihaqi Firdaus. Tilawah itu seolah menjadi penanda awal dari sebuah ikhtiar sakral untuk menghidupkan kembali nilai keilmuan, spiritualitas, dan semangat berorganisasi di kalangan kader muda Nahdlatul Ulama.
Selanjutnya, aura nasionalisme dan rasa cinta tanah air mengalir khidmat lewat lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul dengan semangat kebangsaan yang dihidupkan melalui lagu Ya Lal Wathon dan Mars IPNU-IPPNU. Momentum ini turut dihadiri oleh berbagai pihak yang menjadi saksi sejarah regenerasi kaderisasi, mulai dari para pembina organisasi, demisioner pengurus periode sebelumnya, hingga perwakilan PC IPNU-IPPNU Jember dan rekan-rekan dari organisasi ekstra kampus lainnya, yang kehadirannya kian menambah nilai persaudaraan dan kebersamaan dalam satu cita perjuangan.
Dalam pidato perdananya, ketua IPNU terlantik, rekan Nur Mokhamad Ibnu Hamid, menyampaikan pesan mendalam bahwa jati diri seorang kader sejati tidak lahir dari seremonial semata, tetapi tumbuh dari konsistensi dalam amal kebaikan yang dilandasi keikhlasan. Menurutnya, akar kaderisasi terpatri dalam spiritualitas yang kuat, berpucuk pada intelektualitas yang mencerahkan, dan berbuah pada kepekaan sosial yang membumi. Kader bukan hanya mereka yang hadir dalam forum, tetapi yang bergerak dalam diam, berpikir dalam tindakan, dan menyebar manfaat dalam sunyi.
Sementara itu, ketua IPPNU terpilih, rekanita Adzkia Afkarina Ahymsa, menyalakan bara semangat perjuangan dengan seruan inspiratif nan menggugah: “Setiap peran membawa perubahan” Ia menegaskan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang berani. Ia mengajak seluruh kader untuk keluar dari zona nyaman, menghadapi tantangan dengan tekad dan keyakinan bahwa keberanian untuk mencoba adalah awal dari setiap transformasi. “Jangan takut salah, jangan takut gagal. Yang kita butuhkan hanyalah keberanian untuk melangkah” pungkasnya, menyulut semangat para kader untuk bergerak dan mengabdi lebih luas lagi.
Penulis: Siti Roihani
Editor: Maesa Ananda Nabila
