ArtikelBeritaEventTerbaru

Aswaja di Hati Kader: Gus Firjoun Tegaskan Komitmen Ideologis dalam Seminar Keaswajaan PK IPNU IPPNU UIN KHAS Jember

JEMBER – Dalam suasana yang penuh kekhidmatan dan semangat kebersamaan, pelantikan kepengurusan baru IPNU dan IPPNU UIN KHAS Jember yang diselenggarakan pada Ahad (15/06/2025), menjadi panggung spiritual dan intelektual bagi kader-kader muda Nahdlatul Ulama. Pada kesempatan tersebut, KH. Muhammad Balya Firjaun Barlaman yang akrab disapa sebagai Gus Firjoun hadir sebagai narasumber utama yang menanamkan nilai-nilai ruhani dan kecendekiaan dalam sanubari para generasi penerus organisasi.

Dengan mengusung tema besar “Menanamkan Kepribadian Spiritual, Membentuk Kader Intelektual, Menumbuhkan Jiwa Sosial”, Gus Firjoun secara lugas dan mendalam menyampaikan urgensi penguatan tiga fondasi utama dalam membentuk kepribadian kader yang paripurna, yaitu: iman, Islam, dan ihsan. Beliau menekankan bahwa ketiga pilar ini tidak hanya bersifat doktrinal, tetapi merupakan kerangka dasar dalam membangun manusia yang utuh, baik secara lahiriah maupun batiniah.

Dalam tausiyahnya yang penuh keteduhan namun sarat makna, Gus Firjoun menegaskan bahwa dalam menghadapi ragam perbedaan hukum dan pendapat dalam Islam, maka rujukan utama yang tidak boleh dilupakan adalah Al-Qur’an, hadis, dan qiyas, dengan tetap berpijak pada manhaj Ahlussunnah wal Jamaah. Beliau mengingatkan agar para kader tidak mudah terpengaruh oleh wacana dan pemikiran yang menyimpang dari akar tradisi keilmuan Islam yang sahih.

Lebih dari itu, Gus Firjoun juga menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam memilih figur guru atau panutan dalam meniti jalan ilmu dan kehidupan. Menurutnya, seorang guru yang layak dijadikan tempat berguru adalah sosok yang mampu menanamkan lima nilai utama: keyakinan (tauhid), keikhlasan dalam beramal, kehidupan yang sederhana dan zuhud terhadap dunia, sikap rendah hati (tawaduk), serta menjauhkan diri dari sifat sombong. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi dalam membentuk kepribadian santri dan kader yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.

Dalam penutup pesannya yang menyentuh, Gus Firjoun menyampaikan harapan besarnya kepada para pengurus baru agar mampu menjadi kader Nahdlatul Ulama yang memberikan manfaat nyata di lingkungan masing-masing. Beliau menggarisbawahi bahwa kader NU sejati bukan hanya hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari komunitas, tetapi harus menjadi cahaya yang menerangi, pelita yang menunjukkan arah, dan teladan dalam menghadapi kegelapan zaman. Dengan semangat ini, Gus Firjoun mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga komitmen spiritual dan sosial sebagai identitas kader muda NU yang tangguh.

Penulis: Siti Roihani
Editor: Maesa Ananda Nabila

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *